Untuk hati yang kini tengah
terpisah...
Aku
tau dan sadar bahwa rasa takkan pernah berdusta, antara sayang dan cinta yang
kita punya terkadang memang selalu diuji, mulai dari ada tamu yang tanpa
permisi berusaha coba berbagi, sampai jarak yang pasti selalu terbiasa kau
tangisi. Percayalah hatiku yang akan meyakinkan hatimu, bahwa jarak hanyalah
musuh lemah yang pasti dapat kita taklukkan, jadi biarlah sementara aku disini
mempersiapkan kehidupan kita, ya untuk kita... karena cepat atau lambat kau
akan ada di kota ini untuk mendampingiku, mengecup keningku saat pagi kubuka
mata, menyiapkan kemeja kerjaku, sampai secangkir teh atau kopi yang akan
menjadi penyemangatku melalui hari. Sayang....jarak yang sementara membentang
hanya akan membuktikan kuatnya cinta kita dalam melalui hidup, maka apalah
artinya jarak yang memisahkan kita dibanding liku-liku kehidupan yang akan
bersama-sama kita arungi nanti?
Untuk
hati yang kini tengah bimbang...
Taukah
kamu? Memutuskan untuk mencintai seseorang adalah bukan hal yang mudah
untukku..
Namun
aku tlah yakinkan perasaanku ketika mengenalmu dulu, bahwa kau wanita yang
dipilihkan Tuhan untukku. Mungkin apa yang aku tunjukkan belum mampu
menggambarkan besarnya ketulusan yang aku punya. Namun dalam tiap rapalan doa
yang aku ucap.. kamu adalah salah satu bait yang tak pernah lupa kusebut. Aku
yakin Tuhan tau tujuanku, keinginanku untuk kisah kita, bahkan tanpa kuucapkan
pun Tuhan pasti akan persatukan kita dalam ikatan suci dam ridhoNya tapi layaknya
sebuah kebiasaan menyebut namamu adalah bagian dari cara sederhanaku
mencintaimu. Dibalik lelahmu menjalani hidup, disini tak berhenti ku berdoa
untuk harimu.
Untuk
hati yang telah kupercayakan semua perasaanku padamu...
Sungguh
aku mengagumi sosokmu sebagai wanita yang berhasil menaklukkanku...bukan karena
parasmu tapi karena hatimu. Tak putusnya lidahku mengucap syukur ketika Tuhan
mempertemukan kita, karena mulai dari sana semua anggapanku tentang cinta
berhasil kau ubah dari sudut pandang yang berbeda. Kau mengemas cinta dengan
warna yang tak sama, tak selalu layaknya roman picisan yang mendayu-dayu dalam
bercerita.
Untuk
hati yang bersamamu kan kuhabiskan sisa hidupku...
Tujuan
kita sama, membangun rumah tangga yang bahagia. Dan itu kita ibaratkan sebuah
bangunan megah yang akan kita huni nantinya, untuk itulah kita harus berjuang
menguatkan pondasinya mulai sekarang, agar tetap kokoh jadi peneduh kehidupan
kita. Sungguh terkadang sering kali aku merindukan saat-saat dimana kita bisa
duduk berdua bercerita tanpa jeda, sambil sesekali melepaskan tawa bersama. Aku
rindu menghabiskan waktu denganmu menikmati suasana kota hingga larut malam,
walau aku tau rasa kantukmu tak bisa kau sembunyikan dariku tapi karena terpisah jarak keinginan itu harus
kutahan. Bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk kita. Ada masa depan kita yang
harus aku perjuangkan disini.
Sayang
kumohon tetaplah kuat disana menungguku menjemputmu, dan percayalah mulai saat
itu kita takkan terpisah lagi... Terima kasih telah membawakan rasa yang dulu
tak pernah kumiliki, rasa yang hingga mati kan kuyakini sebagai satu-satunya
rasa cinta yang kumiliki.