Jingga


Jingga


Perempuan yang kuberi nama jingga

Kehadiranmu adalah antitesis meruntuhkan tiap rapalan ikrar yang selama ini sakral terucap

Benteng yang kokoh kususun dari susunan janji-janji terhempas dimakan abrasi yg tak terelakkan pasti

Aku kehilangan arah mata angin... aku lupa kemana harus kukembali

Akankah ada kesalahan tentang rasa ini? Tapi aku terlanjur meyakini kata-kata picisan yang sering terucap dari para pujangga...bahwa rasa tak pernah salah..

Ahhh..biarlah..jika ini sebuah kesalahan..kan kujadikan sebagai dosa termanis untuk menaklukkan hatimu

Namun izinkan aku menjadi satu-satunya lelaki yang diam-diam menyayangimu dalam sunyi... 
karena tak mungkin aku membagi apa yang telah menjadi milik hati yang sedang dalam ikatan
Karena satu-satunya yang kumampu hanya mengagumimu dalam bait doa-doaku

Wahai Jinggaku...


( Terinspirasi dari kisah seorang sahabat..)
-Yogi- oktober 2015