Rabu Pagi

Rabu pagi.. tempat kembali bagi pelukanmu yang sempat beranjak pergi.

Tentang bekal rindu yang kau titipkan semalam, aku masih pada keraguan.. antara menyimpan atau sekedar kukenang.

Jika saja aku bisa membaca hatimu lewat isyarat tatapan matamu kala itu, mungkin dongeng aku dan kamu kan tertulis..

Namun jika membukukan dalam ingatan adalah yang terbaik, maka simpanlah kisah ini, dan bacakan perlahan sebagai pengantar tidur panjangku lewat jingganya langit sore nanti.

_Magelang 5 oktober 2016_