Raja tanpa singgasana dan tahta

Bimbang untuk memilih, hatikah yang harus aku menangkan? dan keadaan yang kalah? Siapa yang harus dimenangkan, lagi pula ini bukan suatu perlombaan, lucu dan aneh rasanya jika harus ada yang menang dan kalah. Rasanya logikaku sudah lama hilang, tergeletak tak pernah tersentuh, mungkin berkarat sudah dibuatkan oleh perasaan yang terlanjur tumbuh dan mengakar yang mengatas namakan cinta.

Aneh. Aku sendiri tak pernah bisa menjelaskan rasa apa ini, jika cinta mengapa harus menyakiti, jika sayang mengapa tak menentramkan. Entah sampai kapan bisa bertahan, ketika tak lagi dihargai layaknya Raja tanpa tahta dan singgasana. Jika saja dulu aku tak memintamu, ahh..sudahlah telah terjadi maka tak mungkin kuhindari. Sebuah kisah yang entah dari mana lagi harus aku banggakan. Terlihat tenang tanpa riak di permukaan namun pusaran arus menghancurkan berputar mengikis di dalam.

Pagi ini, sebuah goresan dari kisah yang tak dianggap tertulis dalam naungan mentari yang tak lagi terasa menghangatkan. Ingin ku sakiti tapi hati tak ingin pergi, atau hanya takut untuk sendiri?

Cirebon, 20 maret 2013

0 Response to "Raja tanpa singgasana dan tahta"

Posting Komentar