Jogja dini hari

Tidak berubah dan mungkin takkan pernah berubah, kenyamana n, ramah tamah bahkan ketika hanya untuk duduk sambil menikmati secangkir kopi di sudut kota ini rasanya masih sama seperti ketika aku datang pertama kali di kota ini sekitar 5 tahun lalu.

Malam ini ada cangkir cappucino panas yang masih setia menemani aku menyambut pagi, walau dengan kualitas rasa kopi instan warung namun sama sekali tak mengurangi nikmat ketika bibir dan lidah menyesap dari cangkir ini. Aku bukan seorang maniak kopi yang mengerti akan tingkatan kualitas rasa. Biarlah, bibir dan selera kampungan ini setudaknya tak pernah protes dan meminta yang aneh-aneh. Tak perlu repot mencari yang mahal ketika kepuasan yang sama bisa aku dapati dari warung kecil di sudut kota ini, bukankah itu yang sewajarnya kita cari?

Malam ini untuk kesekian kalinya aku jatuh cinta pada kota ini, entah sampai kapan, mungkin setiap kali aku jejakkan kakiku disini ada gejolak rasa yang aku temukan layaknya temukan cinta baru. Cinta pada pandangan pertama yang takkan pernah bisa dilupa namun begitu nakal bermain menggoda.

Tak perlu kau cerna, karena ini hanya sebatas tulisan tanpa makna yang tak cukup menarik untuk dibaca.

Selamat malam dari Jogja kota penuh cinta....




0 Response to "Jogja dini hari"

Posting Komentar